Saturday, April 16, 2011

Resahnya Jiwa


Selebat gerimis di hati..
Semisteri air di Laut Mati..
Mengapa kau menangis duhai diri?
Mengapa kau merasa dunia ini tidak lagi beerti?
Mengapa kau meragui kasihnya Illahi?
Mengapa kau tidak percaya adanya Allah di sisi?
Kau mencari-cari..
Meraba-raba di gelap hati pada malam hari yang sepi..
Kau bingung. Nanar dalam ramai.
Kau tidak mengerti mengapa ini yang harus kau hadapi.
Kau menanti, bilakah yang kau mahu akan bisa kau dapati.
Kau merasa Tuhan tak lagi menyayangi.
Mengapa?
Mengapa begitu?
Oh, jangan! Sekali-kali jangan!
Engkau jiwa yang baik,
Jiwa yang rindu,
Cuma engkau keliru...
Jangan! Sekali-kali jangan!
Engkau sedang menzalimi dirimu..
Padahal engkau tidak berhak disakiti..
Jasad dan rohmu adalah anugerah terindah dari Illahi,
Maka mengapa engkau tegar melukai?
Jangan! Sekali-kali jangan!
Engkau jiwa yang besar yang dikasihi Tuhan.
Engkau jiwa hebat yang benar-benar berpotensi menyengat
Engkau jiwa kebal yang kali pada ujian
Engkau sebenarnya berambisi tinggi, lalu mengapa kau pilih untuk tersakiti?
Jangan! Sekali-kali jangan!
Engkau sentiasa punya satu lagi pilihan.
Iaitu kembali kepada luasnya kehidupan bertuhan.
Kembali berteduh di bawah redup kasih Illahi.
Kembali kepada DIA.
Ya, bak kata para cendikiawan
"Bersama Tuhanmu, apapun mungkin!"
"Bersama Tuhanmu, kekalahan pun adalah kemenangan."
Maka, tak harus berduka gitu dong!
Senyum!

No comments:

Post a Comment